Software & Hardware

HPE Perkenalkan ProLiant Gen13 dengan Prosesor AMD EPYC untuk Kebutuhan AI Perusahaan

Hewlett Packard Enterprise (HPE) resmi memperkenalkan generasi terbaru server ProLiant Gen13 pada 7 Oktober 2026 dengan dukungan prosesor AMD EPYC generasi keenam. Kehadiran teknologi server ini menjadi langkah penting dalam memenuhi kebutuhan komputasi perusahaan yang semakin kompleks, terutama untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), analisis data, dan virtualisasi. Empat model server diperkenalkan dengan pendekatan berbeda, mulai dari sistem ringkas hingga infrastruktur berkapasitas tinggi untuk pusat data. Selain menawarkan peningkatan kemampuan pemrosesan, HPE juga menekankan keamanan otomatis, pengelolaan infrastruktur yang lebih praktis, dan efisiensi operasional guna mendukung transformasi digital perusahaan.

HPE Mengembangkan ProLiant Gen13 untuk Mendukung Transformasi Digital Perusahaan

Pertumbuhan sistem artificial intelligence mendorong keperluan industri terhadap infrastruktur server berkinerja tinggi. Sebagai respons terhadap perkembangan pasar, Hewlett Packard Enterprise mengumumkan empat server pertama dalam keluarga HPE ProLiant Gen13 yang memanfaatkan prosesor AMD EPYC generasi keenam. Kehadiran produk tersebut dirancang untuk menunjang berbagai beban kerja perusahaan, termasuk inferensi kecerdasan buatan, virtualisasi, dan analisis data kompleks. Berkat integrasi arsitektur server terbaru serta dukungan CPU EPYC, HPE berupaya menghadirkan infrastruktur yang lebih fleksibel. Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi bisnis yang meningkatkan kapasitas infrastruktur digital.

Pilihan server terbaru tersebut mencakup HPE ProLiant DL525 Gen13, HPE ProLiant DL585a Gen13, HPE ProLiant XD245, dan HPE ProLiant XD285. Setiap perangkat dikembangkan menggunakan pendekatan arsitektur berbeda. Server DL525 menawarkan performa CPU dalam desain hemat ruang, sedangkan DL585a Gen13 dikembangkan guna menangani beban kerja dengan akselerator GPU. Untuk kebutuhan berbeda, XD245 dan XD285 menawarkan konfigurasi komputasi skala rak. Keragaman produk ini memberikan kesempatan bagi organisasi merancang kapasitas komputasi berdasarkan target operasional. Melalui pendekatan tersebut, penerapan teknologi server dapat direncanakan secara semakin efisien tanpa menggunakan konfigurasi yang sama untuk semua pekerjaan.

Peran AMD EPYC dalam Meningkatkan Kemampuan Komputasi ProLiant Gen13

Bagian penting dari pengembangan HPE ProLiant Gen13 adalah prosesor AMD EPYC generasi keenam. Prosesor tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan sistem perusahaan berskala tinggi. Pada infrastruktur komputasi profesional, jumlah inti prosesor dapat memengaruhi kemampuan sistem ketika sejumlah layanan membutuhkan sumber daya serentak. Di luar kapasitas core, bandwidth memori dan performa jalur I/O turut memengaruhi kelancaran pemrosesan. Berkat rancangan pemrosesan tersebut, server berpotensi menangani aplikasi AI berbasis CPU dengan kapasitas yang sesuai kebutuhan.

Dalam konfigurasi ProLiant DL525 Gen13, HPE menggunakan konfigurasi satu prosesor dalam desain kompak setinggi satu unit rak. Perangkat tersebut dapat memanfaatkan satu prosesor AMD EPYC generasi keenam dengan kapasitas maksimal 256 core. Di samping kemampuan CPU, arsitekturnya mencakup arsitektur bandwidth memori 16 channel dengan dukungan modul DDR5 serta MRDIMM. Dukungan PCI Express generasi keenam memberikan kapasitas bagi komunikasi komponen internal. Karakteristik tersebut membuat model DL525 ditujukan untuk pengolahan informasi keuangan, identifikasi aktivitas fraud, dan pemodelan komputasi. Namun demikian, kinerja dalam penerapan tetap bergantung pada karakteristik aplikasi.

Perbedaan Desain HPE ProLiant DL525, DL585a, XD245, dan XD285

Untuk kebutuhan AI yang menggunakan banyak akselerator, HPE mengembangkan ProLiant DL585a Gen13 sebagai platform berkepadatan tinggi. Server ini mendukung hingga delapan GPU PCIe double-wide serta dua prosesor AMD EPYC generasi keenam. Kombinasi komponen tersebut menawarkan dukungan bagi AI inference berskala besar, penyesuaian model AI, dan retrieval augmented generation. Dukungan jalur PCI Express generasi keenam berfungsi mendukung pertukaran informasi antarkomponen. Pada infrastruktur kecerdasan buatan, keseimbangan antara CPU, GPU, memori, dan I/O memiliki kaitan dengan kemampuan melayani permintaan. Karena itu, pemilihan perangkat perlu mempertimbangkan volume data yang diproses.

Untuk kebutuhan komputasi berkepadatan tinggi, HPE menambahkan ProLiant XD245 dan XD285 sebagai sistem berbasis standar Open Compute Project. Kedua model tersebut dikembangkan guna meningkatkan kepadatan komputasi. Server ProLiant XD245 memanfaatkan desain 1OU dengan empat node dan direct liquid cooling. Rancangan perangkat tersebut mendukung hingga delapan prosesor AMD EPYC generasi keenam. Sebagai perbandingan, XD285 menawarkan desain 2OU dengan dua node dan mekanisme pendingin berbasis udara. Pilihan arsitektur yang berlainan memungkinkan penyesuaian bagi perusahaan teknologi dalam mengatur kebutuhan daya. Bidang kerja yang sesuai meliputi penelitian ilmiah, pemrosesan model meteorologi, serta perhitungan finansial.

Teknologi Keamanan ProLiant Gen13 untuk Menghadapi Ancaman Digital

Di samping pengembangan performa perangkat keras, HPE menjadikan perlindungan sistem server sebagai prioritas utama ProLiant Gen13. Melalui teknologi HPE Integrated Lights-Out 8 atau iLO 8, perangkat tersebut memiliki berbagai kemampuan perlindungan otomatis. Fitur penting yang diperkenalkan adalah Auto-SED atau automatic self-encrypting drive, yang membantu menjaga data tersimpan sejak proses boot pertama. Dengan mekanisme tersebut, administrator dapat mengurangi konfigurasi enkripsi manual sesuai kemampuan fitur yang diumumkan. Di samping perlindungan penyimpanan, HPE juga memperkenalkan multi-person authorization atau MPA yang mengharuskan dua administrator yang memiliki izin untuk tindakan berdampak besar. Sistem otorisasi berlapis itu membantu membatasi kemungkinan perubahan sensitif tanpa pemeriksaan tambahan.

Perlindungan server modern perlu mencakup lebih dari kerentanan aplikasi. Integritas komponen juga menjadi perhatian penting karena manipulasi perangkat keras berpotensi mengganggu keandalan lingkungan komputasi. Dalam rancangan keamanan ProLiant Gen13, HPE memanfaatkan pemeriksaan integritas perangkat keras berdasarkan teknologi Silicon Root of Trust. Fitur keamanan ini berfungsi memastikan validitas bagian server selama siklus penggunaannya. Produsen server tersebut menambahkan dukungan terhadap pendekatan keamanan post-quantum hingga jalur komunikasi server. Kendati mempunyai kemampuan keamanan baru, organisasi tetap memerlukan pembaruan berkala agar perlindungan perangkat tetap relevan.

Efisiensi Operasional Pusat Data Melalui Teknologi Manajemen HPE

Pengelolaan infrastruktur server menjadi semakin kompleks ketika organisasi mengoperasikan banyak layanan digital. Sebagai solusi bagi kebutuhan pengelolaan, HPE mengintegrasikan HPE Compute Ops Management pada generasi ProLiant terbaru. Platform ini dapat digunakan dalam administrasi perangkat secara terpusat. Melalui fitur onboarding dengan intervensi minimal, tim teknologi informasi dapat mengurangi aktivitas konfigurasi rutin. Sebagai kemampuan tambahan, sistem membantu memperlihatkan kondisi kapasitas listrik terkini. Informasi tersebut memiliki manfaat dalam perencanaan kapasitas. Dengan pemantauan yang tepat, perusahaan dapat mengambil keputusan secara lebih terukur.

Selain kemudahan pengelolaan, stabilitas perangkat menjadi faktor penting bagi perusahaan yang menjalankan aplikasi kritis. Terhentinya layanan komputasi mungkin berdampak pada penurunan produktivitas. Oleh sebab itu, HPE menekankan pengujian perangkat keras sebagai komponen dalam rancangan server. Dalam pengumuman resminya, setiap generasi baru ProLiant menjalani lebih dari seribu tes dan 10.000 jam validasi untuk menguji ketahanan perangkat. Namun demikian, kestabilan di lingkungan produksi tetap dipengaruhi konfigurasi infrastruktur. Organisasi sebaiknya mengevaluasi cadangan daya untuk menjaga operasional tetap berjalan. Integrasi kualitas perangkat serta prosedur operasional membantu memperkuat kelangsungan aktivitas komputasi.

Kesimpulan: HPE ProLiant Gen13 Membuka Peluang Baru bagi Infrastruktur AI

Pengumuman generasi terbaru server HPE memberikan pilihan baru dalam industri teknologi server. Dengan menggunakan prosesor AMD EPYC generasi keenam, keluarga perangkat terbaru ini ditujukan bagi sejumlah aplikasi perusahaan mulai dari AI inference hingga pengolahan informasi berskala besar. Perpaduan dukungan perangkat keras, fitur keamanan otomatis, dan pengelolaan infrastruktur lebih praktis memberikan pertimbangan tambahan bagi organisasi yang mengembangkan AI. Berdasarkan jadwal yang diumumkan, DL525 Gen13 dijadwalkan tersedia menjelang penghujung 2026, DL585a Gen13 di periode awal 2027, sedangkan XD245 dan XD285 dijadwalkan sepanjang 2027. Seiring perkembangan kebutuhan perusahaan, organisasi perlu mengevaluasi kapasitas komputasi, keamanan, dan rencana pertumbuhan. Menurut Anda, apa manfaat terbesar infrastruktur komputasi modern dalam mendukung penerapan AI perusahaan? Anda dapat berbagi pemikiran mengenai perkembangan teknologi ini.

Related Articles

Back to top button